10 Fakta Menarik di Balik Harry Potter: Return to Hogwarts
Awal 2022 lalu menjadi momen spesial bagi para Potterhead. Setelah lebih dari sepuluh tahun sejak film terakhir dirilis, akhirnya para pemeran Harry Potter berkumpul kembali dalam acara dokumenter spesial Harry Potter: Return to Hogwarts. Acara ini bukan hanya menghadirkan nostalgia, tapi juga membuka kisah-kisah pribadi, momen emosional, hingga rahasia di balik layar.
Berikut 10 fakta menarik yang muncul dalam reuni ini:
Sutradara film pertama, Chris Columbus, sempat menolak membaca buku Harry Potter meski berulang kali diminta oleh putrinya. Baru setelah membuka The Prisoner of Azkaban, ia merasa terpikat dengan ceritanya dan mulai membayangkan bagaimana dunia sihir itu diwujudkan di layar lebar. Pertemuan panjang dengan J.K. Rowling akhirnya menjadi langkah awal lahirnya film pertama Harry Potter.
Adegan lilin melayang di Great Hall sering dianggap sebagai hasil efek komputer. Faktanya, lilin-lilin itu benar-benar digantung dengan bantuan kawat tipis. Daniel Radcliffe bahkan menyebut momen tersebut sebagai salah satu kenangan favoritnya di lokasi syuting, terutama ketika lilin tiba-tiba terlepas dan jatuh dari langit-langit.
Alan Rickman, pemeran Severus Snape, menjadi satu-satunya aktor yang mendapat bocoran langsung dari J.K. Rowling mengenai masa depan karakternya. Pengetahuan rahasia ini membuat Rickman mampu membangun akting Snape dengan konsisten sejak awal hingga akhir, meski penonton baru mengetahuinya di film terakhir.
Emma Watson secara jujur mengakui bahwa ia pernah menaruh rasa pada Tom Felton saat mereka masih remaja. Perasaan itu muncul ketika Felton menggambar seekor gadis kecil berwujud skateboard di lokasi syuting. Walau tidak pernah terwujud menjadi hubungan romantis, Watson tetap mengenang momen itu sebagai bagian indah dari masa mudanya.
Salah satu kisah unik muncul dari Daniel Radcliffe. Ia menulis sebuah catatan untuk Helena Bonham Carter, pemeran Bellatrix Lestrange, yang menyiratkan rasa kagum sekaligus kekagetan bekerja bersama aktris berpengalaman tersebut. Radcliffe bahkan sempat berkelakar, andai saja ia lahir lebih awal, mungkin ia memiliki kesempatan lebih dekat dengannya.
Chris Columbus mencari pemeran Harry Potter selama berbulan-bulan tanpa hasil. Hingga akhirnya ia menonton miniseri David Copperfield dan melihat Daniel Radcliffe tampil sebagai karakter utama. Saat itu juga Columbus yakin bahwa Radcliffe adalah sosok yang tepat untuk memerankan Harry Potter.
7. Emma Watson Hampir Meninggalkan Seri Harry Potter
Di tengah ketenaran besar yang datang sejak kecil, Emma Watson sempat merasa terbebani dan mempertimbangkan untuk mundur dari proyek Harry Potter, khususnya menjelang syuting Order of the Phoenix. Meski akhirnya tetap bertahan, pengakuan ini menunjukkan bahwa tekanan dunia hiburan begitu berat bagi seorang aktris remaja.
Sebelum dikenal sebagai Lucius Malfoy, Jason Isaacs awalnya mengikuti audisi untuk memerankan Gilderoy Lockhart. Namun, justru sikap serius dan suara khasnya membuat sutradara lebih melihat potensi Isaacs sebagai tokoh antagonis Lucius. Keputusan ini terbukti tepat, karena perannya begitu melekat hingga kini.
Saat beradu akting dengan Gary Oldman, pemeran Sirius Black, Daniel Radcliffe merasa terinspirasi sekaligus gugup. Ia mengaku berusaha terlihat tenang di hadapan Oldman, padahal dalam hati ia sangat menghormati kemampuan akting seniornya. Hubungan keduanya kemudian berkembang menjadi ikatan yang hangat di luar layar.
Mike Newell, sutradara Goblet of Fire, pernah mengalami kejadian tidak terduga. Saat mencoba memperagakan adegan duel kocak antara Fred dan George Weasley, ia begitu bersemangat hingga mengalami patah tulang rusuk. Insiden ini menjadi salah satu kisah paling unik di balik layar film Harry Potter.