History of Hogwarts

 Sekitar abad ke-10, empat penyihir besar mendirikan sebuah sekolah sihir di Inggris yang dikenal sebagai Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry. Pendiri sekolah ini adalah Godric Gryffindor, Helga Hufflepuff, Rowena Ravenclaw, dan Salazar Slytherin. Masing-masing mendirikan asrama berdasarkan nilai dan karakteristik tertentu: Gryffindor menekankan keberanian, Hufflepuff menekankan kerja keras dan kesetiaan, Ravenclaw menekankan kecerdasan, dan Slytherin menekankan ambisi serta keturunan murni. Perbedaan pandangan antara Gryffindor dan Slytherin memicu konflik internal pada awal berdirinya sekolah.

Hogwarts mulai menerima murid dari seluruh Inggris, dan sekolah ini segera menjadi pusat pendidikan sihir terkemuka. Sekolah berkembang dengan menambah berbagai fasilitas, termasuk aula besar untuk upacara, laboratorium ramuan, perpustakaan lengkap, menara astronomi, dan ruang rahasia tertentu. Tradisi seperti pemilihan asrama melalui Topi Seleksi, pertandingan Quidditch antar-asrama, dan pertemuan guru rutin mulai terbentuk pada periode ini.

Di luar Hogwarts, dunia sihir mulai membangun struktur pemerintahan dan hukum sendiri. Kementerian Sihir Inggris dibentuk untuk mengatur hukum sihir, menjaga rahasia dunia sihir dari Muggle, dan mengatur perdagangan serta artefak magis. Sistem mata uang terdiri dari Galleon, Sickel, dan Knut, digunakan secara luas dalam transaksi ekonomi di kalangan penyihir. Dokumen sejarah, catatan hukum, dan artefak sihir mulai tersimpan untuk mencatat perjalanan dunia sihir.

Seiring berjalannya waktu, muncul sejumlah peristiwa penting yang membentuk sejarah dunia sihir. Kehadiran penyihir gelap Voldemort (Tom Riddle) pada abad ke-20 menimbulkan konflik besar. Perang Sihir pertama terjadi ketika Voldemort berusaha merebut kekuasaan dan membasmi penyihir keturunan Muggle. Konflik ini menyebabkan banyak korban dan perubahan dalam sistem keamanan sihir.

Setelah Voldemort pertama kali kalah, dunia sihir sempat mengalami periode stabilitas. Namun, kelahiran kembali Voldemort memicu Perang Sihir kedua, di mana Hogwarts dan Kementerian Sihir menjadi pusat perlawanan. Tokoh-tokoh penting seperti Albus Dumbledore, guru-guru Hogwarts, dan anggota Orde Phoenix berperan aktif dalam melawan Voldemort dan pengikutnya, yang dikenal sebagai Death Eaters.

Hogwarts tetap menjadi pusat pendidikan dan catatan sejarah dunia sihir. Artefak magis, buku-buku sihir, dan dokumen-dokumen penting yang tersimpan di sekolah menjadi bukti perjalanan panjang dunia sihir. Dari masa pendirian hingga era Harry Potter, sekolah ini terus menjadi pusat pembelajaran, penelitian, dan dokumentasi peristiwa penting, membentuk sejarah dunia sihir yang tercatat hingga abad ke-20.